Selasa, 15 November 2022

Budaya Positif di Sekolah Repost 22/07/2021

 



Menumbuhkan Budaya Positif di Sekolah


Mengikuti progra guru penggerak adalah bagian merupakan hal yang membanggakan. Dalam program ini banyak hal baik yang kita ketahui untuk diterapkan pada pserta didik Profil Pelajar Pancasila perlu ditanamkan didalam diri peseta didik. Dimulai dari membiasakan hal-hal kecil di dalam pembelajaran di kelas. Sebagai seorang guru matematika saya memulai menumbuhkan budaya positif didalam diri anak melalui pembelajaran matematika di kelas saya.

Saat penerimaan rapor seorang siswa mengambil rapor tidak sesuai jadwal (terlambat), saya mendengar sang guru menanyakan tentang perkalian 8 x 7 tetapi tidak bisa dijawab. Pengalaman lain saya dengan pedagang nasi yang tidak bisa menjumlahkan biaya makan saya dan tema dengan menu yang sama, yang justru bertanya kalau 17.000 tiap orang, berdua berapa kak? Teman saya justru bertanya ke saya karena saya guru matematika. Saya berpikir bagaimana dia bisa berdagang jika operasi sederhana belum lancar. Hal diatas adalah kenyataan yang mungkin sering kita lihat disekitar kita dan menjadi tantangan dalam membuat rancangan sederhana ini.

Membuat kesepakatan dikelas agar siswa mau belajar hal-hal sederhana dalam pembelajaran Matematika. Menyadarkan siswa sangat perlu mengetahui matematika sederhana dalam kehidupan sehari. Dan menanamkan sikap-sikap bekerja keras, pantang menyerah dalam pembelajaran. Dari hal diatas dibuatlah rencana dengan tujuan, dan rencana tindakan seperti berikut.

Tujuan

Malatih siswa membuat kesepakatan dalam pembelajaran matematika dasar yang penting dalam kehidupan semisal pejumlah berulang atau perkalian dan materi lain yang ada dikurikulum.


Tindakan yang akan saya lakukan 

1.   Merancanakan Pertemuan dengan guru matematika disekolah (MGMP)

2.   Berdiskusi dengan guru-guru matematika disekolah terkait penanaman sikap (Profil Pelajar Pancasila) melalui pembelajaran matematika dan memilih materi penting yang akan dikuasai oleh siswa.

3.   Membuat suatu kesepakatan kelas, dengan lebih terbuka kepada anak, menerima siswa apa adanya,

4.   Membangun pemikiran anak, tidak memaksakan anak, terutama dalam memahami pelajaran matematika yang mungkin tidak begitu disenangi oleh siswa.

5.   Memberikan gambaran konsekuensi-konsekuensi jika mereka tidak memahami matematika.

6.   Merancang pembelajaran yang menarik agar peserta didik mau belajar matematika dengan senang hati.

7.   Berdiskusi dengan kepala sekolah dan guru-guru terkait masalah siswa yang belum bisa mengikuti atau belum aktif dalam pembelajaran daring.


Dukungan yang dibutuhkan

Dukungan dari orangtua, teman guru dan kepala sekolah.

Alat yang dibutuhkan karena sekolah melaksanakan pembelajaran daring, perlu dukungan dari orantua dalam memfasilotasi siswa.

Kebijakan dari sekolah dalam membantu siswa yang terkendala karena fasilitas dengan mengizinkan beberapa siswa membuat tatap muka.


Pelaksanaan 


Dimulai dengan rapat kecil guru mata pelajaran matematika melalui mgmp, untuk membahas masalah-masalah yang dihadapi dalam pembelajaran matematika di kelas. Ditambah dengan distrubsi yang dialami dunia pendidikan  akibat dari pandemi ini.


Tidak banyak yang bisa kita harapkan dukungan dari sekolah apalagi secara materil, kita berusaha memperbaiki apa yang bisa kita lakukan bersama dengan anak didik dan beberapa guru yang tergerak untuk memberikan hati bagi peserta didik.

Dimulai dengan mebuat pertemuan online dengan anak didik menggugah anak didik bertapa pentingnya belajar matematika, agar rasa takut dan tidak perduli dengan pembelajaran meskipun pembelajaran daring. kami membuat suatu kesepakatan kelas.


Mencoba melakukan perubahan kecil dikelas agar menjadi Budaya Positif siswa dalam pembelajaran Matematika.

Salam Bahagia
Sorta C I Panjaitan

Tugas 1.4.a.10 Aksi Nyata-Budaya Positif

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

REGULAR COURSE SEAMEO RECSAM 2017 repost dari 13 Mei 2017

 Regular Course Seamolec Recsam 2017 Sebulan tidak masuk mengajar di SMP Negeri 2 Siantar, digantikan oleh Miss Sumanni Saragih. Semoga sisw...